Sekelumit Perkuliahan Aransemen Jazz di Perguruan Tinggi

Apa kelebihan belajar Jazz di kampus daripada belajar sendiri?

Sekelumit Perkuliahan Aransemen Jazz di Perguruan Tinggi

Dr. R.M. Singgih Sanjaya, M. Hum., Dosen D4 Penyajian Musik FSP ISI Yogyakarta

Ilmu mengenai jazz sekarang sudah bisa dengan mudah ditemui di berbagai wahana digital.

Seseorang bisa mencari tahu tentang tutorial cara membuat aransemen jazz di YouTube secara gratis.

Ilmu mengenai aransemen jazz juga dapat ditemukan dengan memanfaatkan search engine yang juga bersifat gratis.

Ebook mengenai Jazz juga bisa didapatkan di platform penjualan buku berbasis daring.

 

Keterjangkauan akses ilmu jazz ini bisa dibandingkan dengan mahasiswa yang belajar Jazz di perguruan tinggi.

Mahasiswa harus menempuh kuliah aransemen jazz dengan durasi yang cukup panjang dan menjalani serangkaian tes tertentu agar bisa lulus.

Di akhir masa perkuliahan bahkan harus membuat karya ilmiah sebagai pertanggung jawaban akademis dalam berkuliah.

Para lulusan ini kemudian bersaing dengan orang-orang yang sudah belajar Jazz secara otodidak.

Lantas, apa bedanya menjalani perkuliahan aransemen jazz di perguruan tinggi dengan belajar secara mandiri?

Mevlied Nahla (IG:haloterong, juga dosen penyajian musik) mendatangi proses perkuliahan aransemen jazz yang diampuh oleh bapak Singgih Sanjaya pada kamis (18/7/2025).

Nahla mengamati dan mendokumentasikan proses perkuliahan aransemen jazz guna keperluan publikasi IG prodi penyajian musik.

Aransemen jazz adalah proses mengubah atau mengatur ulang komposisi musik, baik yang sudah ada maupun yang baru, agar sesuai dengan gaya dan karakteristik musik jazz. 

Aransemen ini melibatkan penyesuaian harmoni, ritme, melodi, dan instrumentasi untuk menciptakan interpretasi baru yang khas jazz, seringkali dengan penekanan pada improvisasi. 

Pada kegiatan perkuliahan, bapak Singgih Sanjaya membahas satu aransemennya yang pernah dibawakan oleh Budapest Symphony Orchestra.

Aransemen lagu tersebut dipakai untuk menjadi bahan perkuliahan aransemen jazz.

Klik gambar untuk melihat konten di Instagram Penyajian Musik

Satu keunggulan belajar aransemen jazz di perguruan tinggi adalah kepastian ilmu yang dipelajari.

Bapak Singgih Sanjaya selain dosen juga aranger musik yang sudah berkecimpung di dunia musik selama bertahun-tahun.

Sebagai seorang dosen, tentunya bapak Singgih Sanjaya dapat menunjukkan karya-karyanya sebagai bahan perkuliahan.

Karya-karya dari bapak Singgih Sanjaya dapat ditemukan di berbagai acara-acara besar seperti orkstra Gita Bahana Nusantara (GBN) untuk perayaan ulang tahun kemerdekaan Indonesia.

Kemampuan yang sudah terbukti melalui karya-karya yang sudah ada membuat ilmu aransemen yang dipelajari sudah terbukti secara rasional dan empiris.

 

Selain itu, bapak Singgih Sanjaya adalah satu dari beberapa tim dosen program studi Penyajian Musik di ISI Yogyakarta.

Proses perkuliahan dalam program studi tentunya sudah dirancang secara efektif dan efisien untuk pembelajaran dalam taraf diploma IV / sarjana terapan.

Capaian pembelajaran dalam prodi penyajian musik tidak hanya mengedepankan capaian pembelajaran yang bersifat praktik, tetapi juga berkaitan dengan sikap dan teori.

Struktur pembelajaran yang mapan ini belum tentu bisa didapat dalam sistem pembelajaran otodidak yang bersifat sporadis.

 

Jadi, perbedaan belajar aransemen jazz di kampus terletak di struktur dan kepastian ilmu dari seseorang yang pakar di bidangnya.

Perbedaan ini dapat kita bandingkan dengan pembelajaran secara otodidak yang tidak linear dan sumber kepakarannya belum tentu valid.

Biarpun begitu, hasil dari pembelajaran aransemen jazz tetap bergantung pada setiap individu.

Faktor-faktor lain bisa mempengaruhi hasil belajar aransemen jazz seperti akses teknologi, karakter, dan kedisiplinan masing-masing individu.

Cari
Categories

Bagikan postingan ini

en_USEN